Rabu, 25 Juni 2008 19:34 WIB
JAKARTA, RABU - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar mensinyalir adanya aktor intelektual di balik unjuk rasa anarkis di depan Dedung DPR/MPR dan di Universitas Atmajaya Jakarta pada Selasa (24/6). "Inisial aktornya FY. Sekarang sudah kabur ke luar negeri," katanya usai Rapat Koordinasi Terbatas bidang Polhukam di Jakarta, Rabu. Ia mengatakan, sebulan yang lalu, FY mendatangi dirinya untuk memberitahukan bahwa unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR dan Universitas Atma Jaya akan berakhir rusuh. "Tetapi saat ini FY sudah melarikan diri ke luar negeri dan hingga belum kini belum ditangkap," katanya. Mengenai tindakan terhadap FY, Syamsir mengatakan, "Kita tunggu sajalah, kan ia pasti pulang". Tentang status FY, apakah politisi atau aktivis, Syamsir hanya mengatakan, "Bukan politisi." Ia juga mengatakan, ada kecenderungan pihak tertentu membenturkan aparat dengan pengunjuk rasa. Berdasarkan pengamatan yang sudah dilakukan sebulan lalu, Syamsir mengatakan, mobil plat merah akan menjadi sasaran aksi anarkis tersebut. Menko Polhukam Widodo AS juga mengatakan, ada kecenderungan pihak-pihak tertentu untuk membenturkan aparat dengan pengunjuk rasa. Karena itu, Widodo meminta pengunjuk rasa untuk mewaspadai pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan aksi mereka. "Bagaimanapun unjuk rasa merupakan salah satu bentuk refleksi kebebasan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi yang harus dikawal dengan sebaik-baiknya oleh seluruh pihak, baik aparat masyarakat dan pengunjuk rasa itu sendiri," katanya. Unjuk rasa mahasiswa dan sekelompok masyarakat pada Selasa (24/6) berlangsung brutal. Pengunjuk rasa merusak pagar jalan tol dan juga pagar Gedung DPR/MPR. Selain itu, di depan Universitas Atma Jaya Jakarta mereka membakar sebuah mobil dengan plat nomor polisi berwarna merah. Unjuk rasa itu juga menyebabkan daerah sekitarnya macet total sehingga menyulitkan warga.
JAKARTA, RABU - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar mensinyalir adanya aktor intelektual di balik unjuk rasa anarkis di depan Dedung DPR/MPR dan di Universitas Atmajaya Jakarta pada Selasa (24/6). "Inisial aktornya FY. Sekarang sudah kabur ke luar negeri," katanya usai Rapat Koordinasi Terbatas bidang Polhukam di Jakarta, Rabu. Ia mengatakan, sebulan yang lalu, FY mendatangi dirinya untuk memberitahukan bahwa unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR dan Universitas Atma Jaya akan berakhir rusuh. "Tetapi saat ini FY sudah melarikan diri ke luar negeri dan hingga belum kini belum ditangkap," katanya. Mengenai tindakan terhadap FY, Syamsir mengatakan, "Kita tunggu sajalah, kan ia pasti pulang". Tentang status FY, apakah politisi atau aktivis, Syamsir hanya mengatakan, "Bukan politisi." Ia juga mengatakan, ada kecenderungan pihak tertentu membenturkan aparat dengan pengunjuk rasa. Berdasarkan pengamatan yang sudah dilakukan sebulan lalu, Syamsir mengatakan, mobil plat merah akan menjadi sasaran aksi anarkis tersebut. Menko Polhukam Widodo AS juga mengatakan, ada kecenderungan pihak-pihak tertentu untuk membenturkan aparat dengan pengunjuk rasa. Karena itu, Widodo meminta pengunjuk rasa untuk mewaspadai pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan aksi mereka. "Bagaimanapun unjuk rasa merupakan salah satu bentuk refleksi kebebasan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi yang harus dikawal dengan sebaik-baiknya oleh seluruh pihak, baik aparat masyarakat dan pengunjuk rasa itu sendiri," katanya. Unjuk rasa mahasiswa dan sekelompok masyarakat pada Selasa (24/6) berlangsung brutal. Pengunjuk rasa merusak pagar jalan tol dan juga pagar Gedung DPR/MPR. Selain itu, di depan Universitas Atma Jaya Jakarta mereka membakar sebuah mobil dengan plat nomor polisi berwarna merah. Unjuk rasa itu juga menyebabkan daerah sekitarnya macet total sehingga menyulitkan warga.
Lihat Daftar Isi !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar