PALEMBANG –Berdasarkan surat edaran dari Pertamina No.367/F11500/2008 S-2, tertanggal 1 Juli 2008 tentang perubahan harga jual gas elpiji ditingkat agen resmi Pertamina, sejumlah agen justru mengalami kekosongan barang. Hal ini seperti terlihat dari hasil pantauan Sumatera Ekspres di beberapa pangkalan agen elpiji, kemarin (1/7) diantaranya di PT Dwi Ola, Jl Kapt A Rivai, PT Sari Bumi Sri Guna Putra, Jl A Yani Plaju, dan PT Elgastrindo Abadi, Jl Demang Lebar Daun.
Kekosongan ini terjadi terjadi karena berbagai factor dan indikasi tertentu, menurut pihak PT Dwi Ola, melalui Humasnya, Epan mengatakan kekosongan yang terjadi di agennya adalah disebabkan karena semua tabung gas elpiji yang di dapat sesuai dengan alokasi pihak Pertamina kepadanya sedang dilakukan pengisian ulang di Pertamina, dan belum selesai. Bukan di timbun seperti yang ada di masyarakat. “Semua tabung yang ada di kita, sesuai dengan jumlah alokasi dari Pertamina sedang dilakukan pengisian ulang untuk jatah bulan depan, besok baru kita bagikan kepada masyarakat. Kita tidak melakukan penimbunan seperti yang ada dimasyarakat,” ungkap Epan. Menurutnya, mulai 1 juli ini harga gas 12 kg mengalami kenaikan harga dari Rp 51.000 menjadi Rp 63.000, dan untuk gas ukuran 50 Kg menjadi Rp 343.900 dari harga semula Rp 340.100 per tabungnya. Sedangkan untuk elpiji ukuran 3 Kg, tidak mengalami kenaikan, karena masih mendapat subsidi dari pemerintah. “Untuk elpiji ukuran 3 kilo tidak mengalami kenaikan, karena masih disubsidi pemerintah,” tambah Epan. Sementara dari agen resmi elpiji PT Sari Bumi Sri Guna Putra yang bertempat di jalan A yani 7 Ulu simpang KB, dari jam 06.00 WIB telah terjadi ratusan antrian untuk pembelian elpiji 12 kg ini tapi malah Agen elpiji ini mengalami kekosongan stok untuk penjualan elpiji 12 Kg. Kekosongan stok elpiji 12 kg yang terjadi di benarkan Budi Sharul, kasir PT Sari Bumi Sri Guna Putra, mengatakan bahwasannya ini terjadi karena keterlambatan dalam pengisian tabung elpiji 12 Kg yang dilakukan Pertamina. “Diharapkan kepada masyarakat untuk bersabar kita pihak agen akan berusaha untuk segera mungkin mendapatkan elpiji 12 kg ini dari pihak pertamina, yang kita tahu dari pemberitahuan bahwasannya kita akan mendapatkan elpiji 12 kg kira –kira jam 15.00 WIB,” tegas Budi menurut Idrus, warga 5 Ulu yang telah lama antri dari jam 06.00 WIB untuk membeli elpiji 12 kg mengatakan kekecewaanya kepada pemerintah telah menaikan harga elpiji 12 kg sekarang ditambah dengan terjadi kelangkaan di lapangan. “Katanyo kota lumbung energi, tapi kita masyarakat dibuat susah dengan konversi gas yang tidak beraturan pelaksanaannya, sudah mahalnya harga elpiji ditambah susahnya mencari elpiji 12 kg” tegas Idrus
Sementara di PT Elgastrindo Abadi, Kenaikan harga gas elpiji yang berkapasitas 12 Kg, yang telah dilakukan oleh pihak Pertamina, ternyata belum direspon masyarakat kota Palembang. Dijelaskan oleh pengelola PT Elgastrindo Abadi, Syarif Basnan di ruang kerjanya. Menurutnya, dengan naiknya harga gas elpiji yang berkapsitas 12 kg sebesar Rp 63.000, untuk saat ini belum direspon masyarakat. “Respon konsumen untuk saat ini masih biasa-biasa saja, kemungkinan untuk minggu kedepan baru dirasakan dampaknya oleh konsumen”, jelasnya. Kemudian Syarif mengatakan, pembagian gas elpiji dilakukan dengan berdasarkan kuota oleh pihak Pertamina. “Jadi, kuota dari bulan april sebanyak 11.000 tabung gas 12 Kg perbulannya, itupun masih dibagi menjadi empat, untuk perminggunya, dan dibagi pula 6 hari kerjanya,” bebernya. Pihak Elgastrindo mengeluhkan, pemberlakuan kuota yang dilakukan oleh pihak Pertamina. “Untuk kuota sebanyak 11.000,- dirasakan masih kurang, dimana seemstiya diberikan sebanyak 20.000,-. Ini dikarenakan, penggunaan gas alpiji yang berukuran 12 Kg sangat tinggi. Sehingga untuk waktunya sendiri telah habis, seperti Jum’at dan Sabtu telah kosong”, katanya. Oleh karenanya, pihak Elgastrindo pernah mengajukan permintaan penambahan kuota, akan tetapi tidak dikabulkan, serta tidak adanya jawaban sema sekali. “Kita pernah melayangkan surat kepada pihak Pertamina terkait penambahan kuota tiap bulannya, tetapi tanggapan kita tidak dibalas dan dijawab secara tertulis pula”, lanjutnya. Sementara itu, pantauan Koran ini dilokasi, memang tidak terlihat antrian maupun respon dari pelanggan maupun konsumen mengenai kenaikan gas elpiji yang berkapasitas 12 Kg. Dikatakan Sayrif, respon pelanggan dan konsumen pasti ada, memang ada beberapa yang kaget. “Karena itu hanyalah suatu shock therapy dari pelanggan dan konsumen mengenai kenaikan gas”, pungkasnya.(mg25/mg26/mg27)
Lihat Daftar Isi !
3 komentar:
dak berenti renti jusuf kalaa nih nyari duit haram, woi kecik ingat mati
Bagi yang ingin menjadi pangkalan/sub agen tabung gas elpiji 3kg dapat menghubungi saya di nomor 021-98983099 untuk bertanya2 atau informasi. Khusus Jakarta Utara dan Timur.
Bagi yang ingin menjadi pangkalan/sub agen tabung gas elpiji 3kg dapat menghubungi saya di nomor 021-98983099 untuk bertanya2 atau informasi. Khusus Jakarta Utara dan Timur.
Posting Komentar