Deklarasi Sarekat Hijau Indonesia

Kongres Rakyat Indonesia
Pondok Gede-Jakarta, 4-5 JULI 2007

Kami peserta Kongres Rakyat Indonesia hari ini berdasarkan pembacaan objektif atas situasi masyarakat Indonesia dan kondisi subyektif gerakan yang telah dilakukan, maka membangun organisasi massa sebagai pematangan ideologi politik guna mencapai cita-cita politik kerakyatan, mendeklarasikan berdirinya SAREKAT HIJAU INDONESIA sebagai alat perjuangan politik rakyat.

SAREKAT HIJAU INDONESIA bertekad mewujudkan tatanan masyarakat baru berdasarkan nilai-nilai demokrasi kerakyatan, keadilan sosial, kedaulatan dan kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Tegakkan kepala, kepalkan tangan ke angkasa

BERSATU, BERSAREKAT dan BERLAWAN

Dibuat di Pondok Gede, 6 Juli 2007

Selasa, Januari 20, 2009

Puluhan Warga Berunjuk Rasa

expr:id='"post-" + data:post.id'>


Puluhan warga yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Antikekerasan atau Sorak melakukan unjuk rasa menentang serbuan Israel ke Jalur Gaza, Senin (19/1) di halaman Monumen Perjuangan Rakyat.

Aksi tersebut menarik perhatian karena diwarnai dengan pelemparan sepatu dan telur ke arah gambar Presiden AS George W Bush. Panitia aksi menyediakan sepatu dan beberapa butir telur untuk dilemparkan.

Beberapa orang antusias melemparkan sepatu dan telur dengan sekuat tenaga. Akibatnya, hanya dalam beberapa menit gambar George W Bush yang dilukis di atas tripleks tersebut hancur.

Aksi itu juga dimeriahkan dengan penampilan kelompok musik Rejung Pesirah dan pementasan teater oleh Teater Gaung.

Koordinator aksi, Vebri Al Lintani, mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebelum masa jabatan George W Bush berakhir pada 20 Januari. Presiden AS terpilih, Barrack Obama, akan menggantikan George W Bush.

Vebri mengungkapkan, Presiden AS yang baru diharapkan tak menonjolkan arogansi AS dan Israel, seperti yang diperlihatkan George W Bush. ”Israel tidak boleh semena-mena membunuh warga Palestina. Kami berharap Barrack Obama bisa menyelesaikan persoalan yang ditinggalkan George W Bush,” katanya.

Mengenai gencatan senjata yang ditawarkan Israel, Vebri mengatakan, gencatan itu hanya bersifat sepihak karena warga Palestina menginginkan tentara Israel pergi dari Gaza.

Lebih tegas

Dalam siaran persnya, Sorak meminta Pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap Israel, seperti yang dilakukan Presiden Venezuela Hugo Chaves dengan mengusir duta besar Israel.

Iran juga berani membuat undang-undang yang membekukan berbagai aset dan investasi yang berhubungan dengan Israel.

Masyarakat Indonesia harus bangkit dan mengusung gerakan kolektif anti-Israel. Caranya. dengan melumpuhkan kekuatan bisnis AS di Indonesia karena AS selalu mendukung tindakan Israel. ( Kompas )




[+/-] Selengkapnya...

Minggu, Januari 04, 2009

Menyerukan Solidaritas untuk Rakyat Palestina

expr:id='"post-" + data:post.id'>

Salam Kemanusian yang Adil dan Beradab

Adalah untuk ke sekian kalinya, Israel melancarkan perang agresi ke wilayah negara tetangganya, Palestina. Kejahatan agresi (crime of aggression) serta pengeboman udara ke area pemukiman sipil adalah kejahatan perang (crime of war) yang keduanya merupakan pelanggaran serius hukum humaniter maupun hukum internasional hak asasi manusia. Di mana kejahatan tersebut merupakan yuridiksi dari International Criminal Court berdasarkan Statuta Roma tahun 1998.

Kami memandang, perjuangan rakyat Palestina hakekatnya merupakan perjuangan mempertahankan sumber-sumber agraria yang berupa tanah yang terdiri dari apa yang ada di atas dan yang terkandung di bawahnya dari aneksasi Israel. Demikian juga perjuangan masyarakat Indonesia mempertahankan tanah-tanah pertaniannya, kawasan perkampungan dan desa dari aneksasi perusahaan transnasional melalui perluasan perkebunan, pertambangan, kehutanan dan kelautan merupakan perjuangan pembaruan agraria.

Sikap kepala batu Israel yang tidak mengindahkan proses perdamaian Palestina-Israel, hukum internasional, dan resolusi PBB, jelas akibat posisi kuatnya yang didukung negara agresor Amerika Serikat sehingga Israel kebal terhadap sanksi internasional. Bagi Amerika, inilah ujian pertama bagi presiden Barrack Obama atas sikapnya terhadap perdamaian di Timur Tengah khususnya di Palestina, terhadap tata dunia baru dan terhadap dunia Islam.

Gerak Lawan (Gerakan Rakyat Melawan Neo Kolonialisme dan Imperialisme) dengan ini menyatakan mengutuk perang kotor Israel. Sekaligus menuntut segera ditariknya serdadu-serdadu Israel dari wilayah Palestina dan menuntut pertanggungjawaban Israel atas korban-korban peluru dan bom-bom Israel.

Seruan-seruan solidaritas kepada rakyat Palestina yang diserukan oleh organisasi-organisasi masyarakat di Indonesia, selayaknya ditanggapi oleh pemerintah untuk disuarakan di level internasional. Mengingat mandat dari Pembukaan UUD 1945 "bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan," serta salah satu tujuan pendirian negara Indonesia adalah "ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial." Selain itu pemerintah Indonesia, dan juga berbagai pemerintahan di dunia lainnya juga memiliki kewajiban internasional HAM – sebagaimana yang diatur dalam berbagai perjanjian internasional bidang HAM- guna melindungi penduduk sipil non combantant terlebih lagi anak-anak.

Pemerintah Indonesia selain karena mandat-mandat tersebut di atas, juga sebagai negara pemrakarsa Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non Blok serta pengalaman Indonesia di Dewan HAM dan Dewan Keamanan PBB, seharusnya bisa melakukan tindakan yang lebih maju guna menciptakan perdamaian di Palestina. Pemerintah dapat berinisiatif mengusulkan pemberian sanksi tegas kepada Israel melalui peranannya di organisasi konferensi Islam (OKI), organisasi negara produsen minyak (OPEC), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan memperluas solidaritas KAA menjadi KA3 (Konferensi Asia-Afrika-Amerika Latin) serta revitalisasi Gerakan Non Blok menjadi gerakan anti perang agresi yang mengatasnamakan perang terhadap teroris atau alasan lainnya. Dan yang lebih penting lagi adalah mendorong persatuan di antara faksi-faksi yang bertikai di Palestina khususnya antara FATAH Dan HAMAS

Dan kami gerakan sosial di Indonesia, akan menggalang solidaritas internasional para pembela HAM, gerakan petani, buruh, nelayan, lingkungan serta anti imperialisme dan anti utang luar negeri melakukan kampanye di dalam mekanisme PBB maupun dukungan kemanusiaan lainnya.

Jakarta, 31 Desember 2008




[+/-] Selengkapnya...